Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

cerita bikhu dan orang gila

Karena semasa hidupnya yang lampau ia hobby sekali menyiksa ayam sebelum dijadikan santapannya, maka saat ia meninggal, ia terlahir kembali sebagai orang gila yang mengira dirinya itu jagung. Jadi dia takut banget sama ayam karena takut banget di patok dan makan oleh ayam. Tiap kali melihat ayam dia pasti lari tunggang langgang. Akhirnya oleh pihak keluarganya (keluarga Buddhis), orang gila ini dimasukin ke sebuah Vihara yang konon di vihara itu    ada seorang Bhikkhu yang dapat menyembuhkannya. Setahun… dua tahun.. tiga tahun… akhirnya dia dipanggil oleh sang bhikkhu. “ Kamu tau siapa saya ?” tanya si bhikkhu. “ Saya mengenali anda sebagai bhikkhu di Vihara ini , terimalah hormat saya bhikkhu..” (sambil ber-namaskara). sang Bhikkhu tersenyum dan melanjutkan pertanyaannya : “Kamu sudah tau sekarang kamu ini siapa?” “Sudah bhikkhu,” sahut si orang gila “Jadi kamu ini siapa?” “Saya orang, bhikkhu.” “Bener?” “Iya bhikkhu, saya orang.....

hidup dengan hati hati

Saudara, kita sering mendengar ungkapan HATI-HATI. Kita pun sering memberi nasihat kepada orang lain untuk berhati-hati. Tetapi sesungguhnya, hampir dari kita semua tidak mengerti dengan jelas, apakah sesungguhnya yang disebut dengan ‘hati-hati’ itu. Hati-hati itu memang perlu. Di mana saja kalau hati-hati itu memang baik, tetapi kalau orang yang saudara beri nasihat itu bertanya, yang disebut hati-hati itu yang bagaimana? Saudara mau jawab bagaimana? Apakah kalau mengendarai mobil 140 km/jam, itu sembrono? Tapi kalau mengendarai mobil 40 km/jam, itu kelewat takut! Apakah yang hati-hati itu kalau 90 km/jam? Apakah begitu? Tidak begitu saudara. Saudara, menurut Dhamma, yang dimaksud dengan hati-hati adalah suatu sikap yang didasari dengan Kusala Cetana. Kusala Cetana adalah niat yang baik. Cetana artinya niat, kehendak, dorongan pikiran, motivasi, yang mendasari pemikiran kita. Dan Kusala artinya baik, positif, bersih. Bersih artinya bersih dari kehendak yang tidak baik. Menurut pan...
“Tok, tok, tok !” “Tunggu sebentar!” sahut Andre mendengar pintu kamar kostnya diketuk. Dengan malas, Andre pun berdiri, berjalan ke arah pintu, “Oh, kamu, Nia, ada apa siang-siang begini?” “Ada apa?” tanya Nia keheranan, “Oh, kamu menyindirku ya?, karena aku kepagian lebih dari setengah jam? Sorri, soalnya daerahku itu ‘kan susah dapat angkot, jadinya aku keluar lebih awal, tahunya hari ini gampang!” Andre tersenyum, “Ngak, aku ngak nyindir kamu, aku betul-betul naya, ada perlu apa kamu ke sini?”. “Becanda kamu!” Melihat tampang Andre yang serius, Nia pun melanjutkan dengan nada agak kesal, “Hari ini hari sabtu, Susan ulang tahun hari ini dan ngundang kita makan, dan kita udah janji buat nyari kado siangnya!” “Ohh…!” Andre menepuk keningnya, Ya..ya..ya…., maaf, aku lupa!”. “Paulus mana?” lanjut Andre. Nanti juga akan ke sini, ‘kan janjiannya bakal ketemu di sini, kamu juga lupa itu.. ya? Tadi juga dia udah kutelepon!” Mereka berempat dengan Susan memang bersahabat sejak SMU...
Anathapindika (Seorang hartawan yang menjadi miskin) Anathapindika adalah pendana Vihara Jetavana yang didirikan dengan biaya lima puluh empat crores. Ia tidak hanya dermawan tetapi juga benar-benar berbakti kepada Sang Buddha. Dia pergi ke vihara Jetavana dan memberikan penghormatan kepada Sang Buddha tiga kali sehari. Pada pagi hari dia membawa bubur nasi, siang hari dia membawa beberapa macam makanan yang pantas atau obat-obatan dan pada malam hari dia membawa bunga dan dupa. Setelah beberapa lama Anathapindika menjadi menjadi miskin, tetapi sebagai orang yang telah mencapai tingkat kesucian Sotapana, bathinnya tidak tergucang dengan kemiskinannya, dan dia terus melakukan perbuatan rutinnya setiap hari yaitu berdana. Suatu malam, satu makhluk halus penjaga pintu rumah Anathapindika menampakkan diri dalam ujud manusia menemui Anathapindika, dan berkata: “Saya adalah penjaga pintu rumahmu, kamu telah memberikan kekayaanmu kepada Samana Gotama tanpa memikirkan masa depanmu. Ha...
Keajaiban tentu menarik perhatian banyak kalangan, apalagi yang dikatakan bahwa dapat membawa rezeki dan melancarkan usaha. Fenomena demikian yang belakangan ini hangat dibicarakan oleh segelintir umat Buddha yang kurang memahami Dhamma, mereka kelihatan terlalu mengagungkan orang-orang yang dikatakan memiliki kekuatan gaib dengan harapan dapat menambah kekayaan dan kejayaan usaha mereka. Sebenarnya kekuatan gaib bukan hanya dapat dimiliki oleh Arahat atau Buddha, tetapi sebaliknya kekuatan-kekuatan gaib seperti membaca pikiran orang lain, kekuatan telinga dewa dan yang lainnya dapat dimiliki siapa saja yang melatih vipassana hingga mencapai jhana tertentu. Oleh sebab itu, siapa saja, dan dari kepercayaan mana saja bisa memiliki kekuatan seperti itu bila mencapai jhana melalui vipassana. Perlu ditekankan disini bahwa melatih vipassana bukan bertujuan untuk menguasai kekuatan gaib, tetapi untuk mengerti akan kebenaran semesta dan pembebasanlah yang dijadikan tujuan dari vipassana. ...
Lebih dari 2530 tahun yang lalu, kurang lebih 600 tahun sebelum Masehi, ketika banyak negara di dunia ini belum beradab, saat teknologi sama sekali belum maju seperti sekarang; Petapa Gautama dengan kekuatan sendiri, mancari, berjuang, mempertaruhkan hidupnya, hingga tercapai Penerangan Sempurna. Perjuangan itu semata-mata didorong keagungan rasa kemanusiaan Beliau. Persoalan-persoalan penderitaan, kesengsaraan, kegagalan, menggerakkan nurani Beliau, untuk meninggalkan kedudukan sebagai putera mahkota, memilih menjadi Pengabdi Agung bagi dunia ini hingga hari ini. Meskipun lebih dari 2500 tahun yang lalu, suara Manusia Luar Biasa, Sang Buddha Gautama itu masih terdengar, semakin terdengar, dan lebih jelas didengar. Mengapa demikian? Suara Beliau mungkin kurang menarik. Kurang menarik bagi sementara orang, karena Sang Buddha Gautama hadir di tengah-tengah kita dengan pertama sekali meminta kita untuk: Jangan mengingkari diri sendiri! Salah satu kesulitan terbesar manusia adalah mel...

mengatasi siswa yang terlambat sekolah

 Waktu yang singkat di pagi hari untuk mengurus berbagai keperluan sekolah anak kerap kali membuat para ibu kewalahan. Meskipun telah bangun lebih pagi, namun rasanya waktu selalu kurang ketika akan menyiapkan sarapan dan bekal anak. Alhasil, anak sering kali berangkat tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Untuk mengatasinya, Anda cukup menerapkan beberapa tip berikut, yang dilansir dari laman Parents: - Letakkan tas, sepatu, jaket, dan perlengkapan sekolah lainnya di suatu tempat khusus, misalnya di salah satu kursi di pojok ruang tamu. Hal ini akan memudahkan Anda dan anak untuk mencari barang-barang tersebut ketika akan berangkat. - Menyiapkan sarapan dan bekal merupakan kegiatan yang paling menyita waktu di pagi hari. Untuk menghemat waktu di pagi hari, Anda bisa menyiapkan menu makanan untuk beberapa hari ke depan. Misalnya, memotong sayuran untuk bekal makan siang esok hari. Selain itu, Anda bisa mengajak anak untuk menyiapkan sarapan dan bekal bersama. su...
Berbicara tentang pendidikan merupakan sesuatu yang tak akan ada habisnya karena pendidikan dengan segala komponennya akan selalu berubah mengikuti pola kehidupan zaman. Teori tentang pembelajaran yang dahulu dianggap sangat efektif pun tak serta-merta dapat digunakan oleh pelajar pada zaman modern ini. Maka dari itu, perubahan adalah suatu keharusan agar tujuan dari pendidikan akan tercapai secara sempurna. Lalu yang jadi pertanyaan, efektifkah perubahan itu dilakukan dalam rentan waktu yang sangat singkat sebagaimana pak menteri   yang kemungkinan besar akan diganti setiap periode kekuasaan yang berbeda? Ini adalah problematika yang sering didiskusikan oleh sekian banyak intelektual, mahasiswa maupun para guru yang terjun langsung sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia. Namun sebelum terlalu jauh terlarut dalam konsep-konsep yang membingungkan, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu beberapa masalah pendidikan di negeri tercinta ini. Pertama, miskinnya program stud...